Pernah Dicampakkan Bayern Munich, Klopp: Saya Tidak Marah | Scr99 Bandar Bola | Agen Judi Slot Games | Agen Judi Online | Judi Bola Online
[ 19-02-2019 ]
Pernah Dicampakkan Bayern Munich, Klopp: Saya Tidak Marah | Scr99 Bandar Bola | Agen Judi Slot Games | Agen Judi Online | Judi Bola Online

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku tidak marah meski pernah dicampakkan Bayern Munich pada musim panas 2008. Hanya saja, Klopp merasa sangat tidak dihormati manajemen Bayern saat itu.

Di akhir musim 2007-2008, Die Roten –julukan Bayern– ditinggalkan pelatih legendaris mereka, Ottmar Hitzfeld. Hal itu membuat Bayern pun langsung mencari pelatih yang akan menangani Bastian Schweinsteiger dan kawan-kawan di musim 2008-2009.


Tidak disangka-sangka, dari sekian banyak pelatih jempolan yang tersedia, Bayern justru menunjuk Klopp yang saat itu menangani salah satu klub Bundesliga 2, FSV Mainz 05. Jelas, Klopp terkejut dan suatu kehormatan baginya mendapat kesempatan menangani klub sebesar Bayern.

Saat itu, kesepakatan antara Klopp-Bayern pun sudah tercapai. Namun, pada akhirnya kesepakatan dibatalkan presiden Bayern saat ini, Uli Hoeness. Hoeness pada akhirnya menunjuk Jurgen Klinsmann sebagai pelatih Bayern.


Klopp mengaku sempat terpuruk saat itu dan pada akhirnya memilih hengkang ke Borussia Dortmund di saat yang bersamaan. Selama tujuh musim (2008-2015), Klopp sukses besar dengan menghadirkan dua trofi Liga Jerman dan membawa Dortmund lolos ke final Liga Champions 2012-2013.

“Saya tidak marah (saat batal jadi pelatih Bayern). Saya tidak pernah berharap melatih mereka. Saya hanya pelatih yang menangani tim Divisi II (Mainz) dan kemudian Bayern menghubungi saya. Jujur, saat itu saya terkejut, namun pada akhirnya mereka memilih Jurgen (Klinsmann) yang lain. Saat itu Uli Hoeness menelefon saya dan menunjukkan ketidakhormatannya,” kata Klopp mengutip dari Sportsmole, Selasa (19/2/2019).


Dini hari nanti, Klopp akan membawa Liverpool menghadapi Bayern Munich di leg I babak 16 besar Liga Champions 2018-2019. Kemenangan jelas menjadi bidikan demi membalas perlakuan buruk yang dilakukan Bayern kepadanya.